Labuhanbatu Selatan
Kapolres Labuhanbatu Selatan diwakili Kapolsek Torgamba, AKP Sunipan Gurusinga, S.H., melaksanakan kegiatan Pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi di Dusun Bunut Pekan, Desa Bunut, Kecamatan Torgamba resmi dimulai dengan prosesi peletakan batu pertama pada Rabu (22/4/2026).
Kegiatan ini menjadi tonggak penting bagi masyarakat setempat yang selama ini mendambakan akses penghubung yang layak antara Desa Bunut dan Desa Pangarungan.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh berbagai unsur, di antaranya Kapolres Labuhanbatu Selatan AKBP Aditya S.P. Sembiring M, S.I.K., yang diwakili Kapolsek Torgamba AKP Sunipan Gurusinga, S.H., Camat Torgamba diwakili Kasi Trantib M Haris Sukamto, manajemen PT. Asam Jawa diwakili Kabag MPU Widodo, Kabag Humas Yusuf Bahari Nasution, S.Pd., Pj Kepala Desa Bunut Agus Pardamaian Panjaitan, Tuan Guru Khalifah Kamal Harun Nasution, tokoh masyarakat, personel Polsek Torgamba, insan pers, serta warga sekitar.
Dalam sambutannya, Kapolres Labuhanbatu Selatan AKBP Aditya S.P. Sembiring melalui Kapolsek Torgamba AKP Sunipan Gurusinga menyampaikan bahwa pembangunan jembatan ini merupakan wujud nyata kepedulian Polri bersama pihak swasta dalam membantu kebutuhan masyarakat.
“Jembatan ini bukan sekadar infrastruktur, tetapi menjadi penghubung harapan masyarakat. Kami ingin memastikan aktivitas ekonomi, pendidikan, dan sosial warga dapat berjalan lebih lancar dan aman,” ujar AKP Sunipan Gurusinga.
Ia juga menegaskan bahwa kolaborasi antara Polri, pemerintah, dan pihak perusahaan seperti PT. Asam Jawa merupakan bentuk sinergi yang harus terus dijaga demi kesejahteraan masyarakat.Perwakilan PT. Asam Jawa menyampaikan komitmennya untuk menyelesaikan pembangunan jembatan tepat waktu.
Berdasarkan perencanaan, pengerjaan akan berlangsung selama 20 hari sejak dimulai pada 22 April 2026. Jembatan tersebut diperkirakan sudah dapat dilalui kendaraan, termasuk truk bermuatan maksimal 7 ton, setelah 41 hari pengerjaan.
Sementara itu, Pj Kepala Desa Bunut Agus Pardamaian Panjaitan mengungkapkan rasa terima kasihnya atas perhatian dan dukungan semua pihak. Ia menyebut pembangunan jembatan ini akan membawa perubahan besar bagi mobilitas warga.
Suasana haru dan penuh harapan terlihat dari raut wajah masyarakat yang hadir. Tokoh masyarakat Khalifah Kamal Harun Nasution yang memimpin doa berharap pembangunan berjalan lancar dan jembatan dapat segera dimanfaatkan.
“Selama ini kami sangat kesulitan melintas, terutama saat membawa hasil pertanian. Dengan adanya jembatan ini, kami merasa sangat terbantu,” ungkap salah satu warga.
Rangkaian kegiatan dimulai dari pembukaan, sambutan para pihak, prosesi peletakan batu pertama oleh seluruh pejabat yang hadir, doa bersama, hingga makan bersama sebagai simbol kebersamaan.
Kegiatan berakhir dalam situasi aman dan kondusif. Kehadiran Jembatan Merah Putih Presisi diharapkan menjadi simbol pengabdian dan sinergi untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat di wilayah tersebut.(jr)